RESUME KULWAP#2
IIP Bandung 5
Selasa, 15 Desember 2015
Pk. 20.00-21.00
Host : Aulia immar
Co host : Fiena Rifanty
Narsum:Shona Vitrilia, S.Psi
Tema : Bahagia menjadi ibu,menjadi ibu bahagia
~Bahagia menjadi Ibu, menjadi Ibu Bahagia~
Apakah orang yang bahagia, yang selalu terlihat ceria dan mudah senyum artinya tak pernah punya masalah?
Saat melihat seorang ibu memiliki banyak anak, namun tak sedikit pun keluar dari mulutnya keluh kesah, yang terbersit: "Wah jangan-jangan ibu ini hidupnya tanpa masalah...." Benarkah?
Menurut salah satu tokoh Psikologi Positif Carol D. Ryff, bahagia itu secara singkat adalah bukan orang yang sama sekali tidak pernah punya masalah, atau tidak pernah terbentur sesuatu. Bahagia adalah saat seseorang selalu bisa menilai sisi positif LEBIH BESAR daripada sisi negatif dari suatu kejadian.
Namun.. Berbagai peran yang dijalani ibu seringkali cenderung membuat ibu berpeluang melihat sisi negatif lebih besar dari sisi positifnya. Biasanya penyebabnya adalah:
1⃣ Kelelahan
2⃣ Perilaku Anak
3⃣ Ketidakharmonisan hubungan dengan suami/orangtua/mertua/lingkungan
4⃣ Kondisi ekonomi
5⃣ Kondisi iman yang sedang turun
Faktor-faktor yang Mempengaruhi kebahagiaan:
π₯ Faktor Eksternal: penghasilan, pendidikan, kesehatan, status sosial
π€Faktor Internal: kepribadian, nilai hidup, keyakinan yang terdapat pada diri individu
Mana yang paling besar andilnya terhadap kebahagiaan seseorang?
Yup, faktor internal. Pribadi yang ceria, jarang mengeluh dan banyak memberi akan lebih mudah untuk bahagia.
Nilai dan keyakinan berkaitan dengan norma agama. Agama membawa ke kehidupan yang lebih baik dan orang yang aktif menjalankan ibadah memiliki kesehatan mental yang lebih baik.
π Tips n Trik Agar menjadi ibu bahagia:
πͺ Sabar dan Shalat
πͺ Rajin bersyukur
πͺ Positive Thinking
πͺ Mudah memaafkan
πͺ Rajin silaturrahim
πͺ Banyak memberi dan berbagi
πͺ Sering membantu/memberikan pertolongan
πͺ Self Healing
"Kita hanya bisa memberikan apa yang kita miliki. Mana mungkin bisa memberikan kebahagiaan, jika kita tak merasa bahagia." ~ Ida S. Widayanti
Siap jadi ibu bahagia?
Shona Vitrilia S.Psi
π€FB: Shona Vitrilia
π₯Fan Page: Ibu Bahagia
π· IG: @IbuBahagia / @CatatanParenting
π Web: www.IbuBahagia.com
π© Email: akuibubahagia@gmail.com
Tanya jawab:
1⃣ Dewi
1.Bgmn memanage emosi kita,ketika tekanan dari luar begitu besar, Tekanan dr mertua misalnya ttg rumah yg hrs selalu rapi dan bersih...
Emosi seorg ibu ke anak
2. bgmn pengalaman bunda shona menyeimbangkan peran sbg ibu,istri dan diri sendiri...agar jd ibu yg bahagia
1⃣Bgmn memanage emosi kita, ketika tekanan dari luar begitu besar
Salam kenal Teh Dewi.. Sebelumnya emosi apa teh? Tekanan yang bagaimana dan seperti apa? Karena emosi terbagi atas beberapa macam.
Daniel Goleman mengemukakan beberapa macam emosi tsb adalah sbb:
a. Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati
b. Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, putus asa
c. Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri
d. Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga
e. Cinta : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, dan kemesraan
f. Terkejut : terkesiap, terkejut
g. Jengkel : hina, jijik, muak, mual, tidak suka
h. malu : malu hati, kesal
Jadi emosi yang mana dan tekanannya seperti apa? Boleh lebih spesifik ya teh π
Teh Dewi yang baik.. mudah2an yg dmaksud teh dewi dg apa yg sy pahami benar. Jadi begini teh, saat berumah tangga pasti ada ujiannya. Dan ujiannya bisa dari mana saja. Begitulah rumah tangga. Misal.. Kita punya rumah, ada ladang/tanah kosong di samping rumah. Mau kita apakan? Ada yang memutuskan untuk membuat kebun mini, kolam ikan atau bahkan kolam renang. Begitu juga dengan hidup. Bahwa ternyata Allah selalu siapkan ladang untuk bisa kita garap. Dan ladang itu bisa dari siapa saja dan dari mana saja. Kita yg memutuskan apakah ladang itu bisa menghasilkan pahala atau sebaliknya. Jadi teh, saat hubungan kita kurang baik dengan seseorang dlm hidup kita, maknai sbg ladang pahala buat kita. Dan setiap ujian yg hadir akan membuat diri kita semakin lebih baik dan berkualitas. Kalo ngaku beriman, ya harus diuji dulu kan y. Saat bertemu dengan sumber masalah dan teteh sudah bisa memaknai dan bersikap dengan baik, pertanda ujiannya lulus dan teteh sudah naik kelas. Kalau masih terganggu berarti ujiannya masih belum diselesaikan dan belum lulus. Selamat menggarap lahan2 yg Allah berikan pd kita teh, ladang pahala insya Allah π
2. bgmn pengalaman bunda shona menyeimbangkan peran sbg ibu, istri dan diri sendiri... agar jd ibu yg bahagia
Baik teh.. Peran ibu ada tiga, pertama sbg zaujah muthi'ah (istri yang taat dan penyayang), ummu madrasah (ibu pendidik), & mar'ah shalihah (wanita yang shalihah).
Saat ini saya Long Distance Marriage dengan suami π cara saya menyeimbangkan ketiga peran tsb adalah, pertama tetap meminta ijin suami jika hendak berpergian, meminta pendapat suami berkaitan dengan aktivitas saya dan anak-anak, menjaga harta dan kehormatan diri. Sebisa mungkin menyiasati uang bulanan yang dikirim suami tanpa minta nambah lagi π dan tetap menjaga diri sebagaimana muslimah dan istri seharusnya bersikap.
kedua, sebagai ibu pendidik. Punya target membaca sehari minimal 5 bab. Seringnya bisa lebih. Tapi terkadang ada bolongnya juga ☺
Menjadi orangtua tidak ada sekolahnya, jadi harus semangat dan gencar untuk terus menerus menambah ilmu dan pengetahuan mengenai parenting.
Kapan waktu membaca? Alhamdulillah dengan mengurangi jam tidur, bangun lebih dini jadi bisa dimanfaat untuk membaca dan terkadang juga menulis. Selain itu semangat ikut event2 parenting seperti seminar, bergabung di komunitas baik offline maupun online, dll. Biasanya anak2 saya bawa. Dan menyiapkan stimulasi2 agar pertumbuhan dan perkembangan anak2 dpt optimal.
ketiga, sbg wanita shalihah. ada pencapaian/target beribadah. dan menyadari bhw kedua hal di atas juga merupakan bagian dari ibadah yg menjadi jalan tercapainya impian menjadi anak, istri, ummi yang shalihah, aamiin
Agar semua ttp bisa dijalani dg baik dan seimbang perlu skala prioritas, mana yg harus ddahulukan dan mana yg bisa belakangan. untuk pertanyaan kedua ✅
2⃣ Fidi
1.Bagamana cara self healing yg mudah untuk dpraktekkan?
2.Bagaimana Caranya agar bs memaafkan diri sendiri bl sdh trlnjur mlakukn kslhn fatal kpd anak
2⃣Salam kenal Teh Fidi π
1.Bagamana cara self healing yg mudah untuk dpraktekkan?
Cara yang paling mudah dengan semakin mendekatkan diri pada Allah teh. Dengan Shalat dan banyak berdzikir. Biasanya saat diri sudah mulai gampang galau, mudah marah, disebabkan ibadah dan komunikasi kita dengan Allah kurang baik. Dengan banyak berdzikir hati menjadi tenang, jadi kalau sedang banyak pikiran langsung aja istighfar trus dzikir.
Cara kedua,
dengan menulis. Hasil penelitian Dr. James W. Pennebaker menunjukkan bahwa kegiatan mencurahkan isi hati (self-disclosure) bs berpengaruh positif thd perasaan, pikiran dan kesehatan tubuh dlm jangka panjang.
Diary? iya, dengan mencurahkan isi hati akan meringankan beban pikiran dan emosi negatif kita.
Cara lain ada beberapa teknik yang memang harus dipelajari dan dilatih lebih lanjut spt Neuro Linguistic Programming (NLP) dan Emotional Freedom Technique.
2. Bagaimana Caranya agar bs memaafkan diri sendiri bl sdh trlnjur mlakukn kslhn fatal kpda anak?
Mengutip dari kata2 teh Kiki Barkiah, "Ketika kita dapat menangis dan menyesal atas kesalahan kita sebagai orangtua, bersyukurlah... karena Allah tengah memberi kesempatan untuk berubah.."
Banyak orangtua yang terlambat menyadari bahkan tidak menyadari sama sekali. Beruntung teh menyadari dari sekarang, semangat untuk memperbaiki diri dan berusaha istiqomah dg tdk mengulanginya lg ✅
3⃣ Lia
Apa tipsnya supaya menjalani peran sebagai ibu dengan bahagia walaupun terkadang banyak rintangan didepan?
3⃣Salam teh Lia
Di atas sudah saya tuliskan teh tips n triknya π mau djelaskan lebih detail insya Allah sy kirim penjelasanny k host utk melengkapi resume nanti, agar semua pertanyaan bisa terjawab ✅
4⃣Nita
Assalamu'alaikum teh shona...Bagaimana kiat agar bisa merasa tetap bahagia saat mendapatkan perlakuan yg tdk mengenakan dari suami, yang bisa dibilang gampang marah ? Tapi dia kalau marah bbrp menit kemudian kayak yg biasa lagi kayak yg ga ada apa2, padahal kitanya masih mengkel, blm beres mengutarakan keinginan atau unek2 alias belum plong tuntas gitu.hehheeh^^
Makasih teh
4⃣Wa'alaykumussalam Teh Nita.. Komunikasikan dengan suami teh. Saya juga dulu gitu ☺ kemudian bilang ke suami (saat momen yang pas dan tepat) bahwa saya kurang suka kalau saat marah kata2 suami lepas kendali, dijelaskan efeknya dan ke depan nanti akan seperti apa. Alhamdulillah suami mengerti. boleh dijelaskan juga ke suami bahwa paku yang ditancapkan ke kayu bisa saja dicabut, tapi bekasnya tidak akan pernah hilang. Mudah2an suami teh nita bisa mengerti.
Dan yang perlu digaris bawahi, peran kita sbg istri adalah taat. Saat suami marah ada baiknya kita diam. api jangan dibalas dengan api. Hal2 yg masih mengganjal bisa dibicarakan lagi saat emosi negatif suami sudah reda dan tetap perhatikan momen yg pas dan tepat saat mengutarakannya. semoga menjawab ya teh.
✅
5⃣ Nurul
bismillah
Saya Ibu yang insyaallah bahagia dg 2 anak (6thn& 7bln) dan merasa sangat bersyukur... Tapi bagaimana ya bagi diri agar bisa meluangkan waktu untuk meningkatkan kualitas keimanan.. Kadang saya pengin juga sholat dengan tenang.. Menghafal al quran.. Atau melakukan pekerjaan d rumah (profesi saya dosen menuntut banyak menulis produktif)
Kadang karena concern dengan anak dan rumah jd saya suka kepikiran
5⃣Salam Ibu Bahagia Teh Nurul π
Alhamdulillah.. Soal ini saya ingat sekali dengan jawaban Teh Ninih saat Bincang Seru di komunitas saya. Pertanyaan yang hampir sama saya utarakan π dan jawaban beliau adalah kirang lebih spt ini, "Saat peran kita sebagai ibu begitu banyak, kemungkinan beribadah denga optimal akan berkurang. Padahal sbnya saat kita bisa bersabar, ikhlas menjalani peran kita, kita sudah mengaplikasikan Al-Qur'an dlm kehidupan kita, krn byk ayat2 yg mengadung tentang kesabaran dan keikhlasan. Tentu pahalanya tak kalah dr membaca Al-Qur'an." Demikian teh semoga tetap semangat krn peluang ibadah selalu ada di depan mata, hanya terkadang sbg manusia seringkali lupa✅
6⃣ Shofa
Saya ibu 2 org anak balita. Sdh menjalankan mjd ibu rumah tangga selama 4 tahun. Setelah resign kwtika kehamilan pertama. Sampai saat ini msh kangen kerja. Merasa tidak sepenuh hati menjalankan pekerjaan rumah tangga setiap hari tanpa bantuan art, mertua, atau org tua. Saya merasa kehilangan kehidupan sosial. Hanya anak suami dan rumah. Untuk pergi2 meninggalkan rumah dan anak saya blm bs krn anak kedua saya msh 3 bulan.. bagaimana agar bahagia jd irt yg saya tau ini profesi mulia. Tanpa dibayang2i masa lalu saya sbg wanita karir.
Bagaimana agar saya bahagia trs saat mendampingi anak ditengah pekerjaan rumah tangga yg tiada habis nya.
Masya Allah barakallah teh.. Banyak diluar sana ibu-ibu yang masih galau, hendak tetap bekerja atau di rumah. Namun teteh dengan luar biasa bisa resign dan sekarang sudah membersamai diri bersama anak2 tercinta π.
jika masih kangen kerja, sangat wajar teh. Setiap perubahan pasti butuh proses adaptasi. Namun, ingat2 kembali tujuan teteh memiliki anak apa. Apakah hanya sebagai pelepas tanya saat bertemu orang, sebagai penerus keturunan, atau sebagai jalan kebahagiaan dan jalan menuju surganya Allah?
Anak lahir tak serta merta langsung "gede." butuh proses, bayi dulu.. trus jd batita, balita, dst. Dan pastinya anak kita ga akan jadi bayi melulu. Intinya teh, ada masanya. Terima kondisi teteh sekarang dg segala keterbatasannya. Self Acceptance istilah psikologinya. Penerimaan diri, menerima segala kelebihan dan kekurangan serta bisa memandang masa lalu sebagai hal yang positif.
Untuk saat ini teteh hanya perlu nyetok kesabaran dan keikhlasan yang banyak, karena surga ga semudah mendapatkan payung atau piring cantik π Seperti saya yg dulu jg sempat galau saat usia anak lahir berdekatan, beda 11 bulan ☺ jarang keluar rumah, lalu saya membentuk IPC. Agar saya dan ibu2 lainnya yg senasib sepenanggungan bisa ttp bersosialisasi dan mengaktualisasikan diri meski hanya via WA. Kami bersama2 saling belajar, berbagi dan berkontribusi.
Nikmati masa dimana teteh sangat dibutuhkan oleh anak2, dan masa2 tsb takkan pernah terulang. Hadapi, nikmati, syukuri teh.
Agar bisa bahagia salah satunya, minimal ucapkan 3 rasa syukur setiap hari secara konsisten saat bangun dan akan tidur. Rasakan manfaatnya π
7⃣ Aulia
Bagaimana memperbaiki sifat perfeksionis dalam diri?karna sifat itu lama" membuat lbh lelah
Salam Teh Aulia
Betul sekali teh, lelah. Mirip saya dahulu kala π tapi saya lebih ke idealis. "Idealnya kan begini, bukan begitu!" Ada saja yang kurang pas. Tapi akhirnya lelah, dan baru benar2 tersadar saat Allah uji dan ingatkan saya dengan sakit. Alhamdulillah..
Coba perlahan latih diri menurunkan standar teh. Tak ada yang sempurna di dunia ini. Kesempurnaan hanya milik Allah semata. Stop mendzalimi diri dan tubuh. Banyak pikiran bisa bikin stres, stres yang berlangsung lama dan terus menerus bisa memicu penyakit. Sementara kita diamanahi oleh Allah untuk menjaga tubuh kita. Terima segala kelebihan dan kekurangan baik diri sendiri maupun orang lain. Kita pasti pernah salah dan khilaf, begitu juga dengan orang lain. ✅
[12/15, 21:14] fienaihsanudin: 8⃣ Guntari
Banyak sekali tips2 utk menjadi ibu bahagia & bahagia menjadi ibu.
Akan tetapi pada prakteknya sulit utk menerapkannya. Konon kabarnya sulitnya hal tsb krn kita msh menyimpan gembolan2 emosi negatip di alam bawah sadar yg sdh tersimpan sejak kecil. Hal ini yg sering menyebabkan munculnya emosi negatip secara otomatis ketika ada stimulasi yg tdk diharapkan, sekalipun teori2 ttg memanage emosi sdh dimiliki. Nah..utk membersihkan gembolan negatip ini, salah satu caranya dgn EFT ( dgn cara2 tapping dll) . Pertanyaannya benarkah spt itu dan adakah ajaran2 islam yg pada hakekatnya sama spt kita sdg melakukan EFT .
Mohon pencerahannya
[12/16, 07:02] Uni Shona IIP5: 8⃣ Masya Allah.. Sepertinya teteh cukup tau banyak soal EFT π hemat saya teh, ibarat dokter. Menyuntik pasien, memberikan alat bantu jantung, operasi, dsb juga tidak ada dalam ajaran islam. Ini masuk ke dalam ranah ijtihad.
Analogi lain. Saat sedang sakit fisik, kita mengalami keterbatasan dan kesulitan dalam mengerjakan shalat. Ada beberapa pilihan, boleh duduk, atau berbaring. Jadi tidak bisa normal seperti biasanya. Seperti itu juga dg saat kita sakit scr psikis. Tidak bisa menerima dengan optimal atau tidak bisa menerapkan ajaran agama secara normal spt biasanya. Harusnya dengan shalat dan mengingat Allah hati sudah menjadi tenang, tapi kenapa belum bisa? Berarti ada yang salah. Nah yg salah itu kita perbaiki. Beberapa pengalaman saat menangani klien, ada mental block saat dberi masukan dan saran bahkan termasuk anjuran agar ibadah diperbanyak sekalipun. Seringnya ada kata "tapinya." Ada pembenaran dan minta untuk lebih dimengerti.
Jadi teh dibutuhkan media agar kita bisa kembali ke fitrah kita. Salah satunya melalui EFT. Dari beberapa teknik yang saya pelajari, EFT yg paling dekat dengan ajaran islam. Memang yang menemukan bukan muslim, hanya kita bisa ikut manfaatkan sbg sarana mendekatkan diri kita pada Allah. Seperti WA teh, penemu dan yg punya bukan muslim, tp kita bisa sama2 manfaatkan untuk kebaikan diri dan umat.
Dulu pertama kali di EFT saya heran, Masya Allah ada ya teknik seperti ini? Saya sangat "sreg" karena redaksi yg diucapkan saat tapping mengandung penghambaan diri, bahwa sebagai manusia kita makhluk yang tidak ada apa2nya, dan apa2 yg sudah Allah gariskan adalah merupakan takdir yang harus kita ikhlasi, pasrahi, dan terima. Bukankah kita sebagai muslim dianjurkan untuk tawakkal alAllahu sebelum dan sesudah berikhtiar? Seperti itulah sebetulnya proses eft. ✅
Shona Vitrilia. S. Psi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar