RESUME KULWAP#1
IIP Bandung 5
Kamis, 26 November 2015
Pk. 20.00-21.00
Narsum: Ibu Septi Peni Wulandani
HOW TO BE A PROFESSIONAL MOTHER
Anakmu bukan milikmu, ia adalah milik jamannya, boleh kau berikan rumah untuk raganya tapi tidak untuk jiwanya, karena jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi walaupun dalam impian…… (Kahlil Gibran-Anak)
Penggalan puisi di atas mengingatkan kepada kita bahwa tugas orangtua adalah menghantarkan anak-anak untuk siap menemui masa depannya. Meskipun anak-anak adalah homo ludens (makhluk yang suka bermain) tetapi mendidik mereka tidak bisa “Main-main”. Butuh keseriusan para orangtua untuk mempersiapkan anak tersebut mencapai gerbang mimpinya. Butuh sikap profesional dalam mendidik mereka.
Salah satu definisi kata “Profesional” adalah memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya (sumber : kbbi).Sehingga bukan suatu hal yang mustahil apabila ada seorang ibu yang bangga akan profesinya sebagai ibu, menjalankan aktivitas mendidik anak dan mengelola keluarganya dengan berlandaskan sebuah ilmu. Ada satu kalimat dahsyat “jangan biarkan sesuatu berjalan tanpa ilmu, apabila itu terjadi maka tunggulah titik kehancurannya”.
Bagaimana langkah menjadi Ibu Profesional.
1. Menguatkan value ( induk nilai hidup) yang akan kita gunakan selama menjalankan peran sebagai Ibu.
Value (Induk Nilai) dari Ibu Profesional adalah :
a. Never stopped running, THE MISSION ALIVE ( Ibu Professional tidak akan pernah berhenti menjalankan misi dan tugas hidupnya, dengan sukacita. Teruslah bergerak, misi tak pernah mati)
b. Don't Teach Me,I LOVE TO LEARN (Ibu Professional adalah ibu yang senang belajar,tak pernah berhenti hingga mati, proaktif mencari ilmu untuk kemaslahatan diri,suami dan anak-anaknya)
c. I Know, I can be BETTER (Ibu Professional bertekad untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari, karena orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari yang kemarin)
d. Always ON TIME (Ibu Profesional adalah ibu yang menghargai waktu, dan selalu berusaha untuk menepati waktu yang telah disepakati)
e.SHARING is CARING (Ibu Profesional sayang sesama, tak segan-segan untuk berbagi pengalaman, dan hanya membagikan pengalaman apa yang sudah dijalankannya)
2. Menetapkan COMMON INTEREST (ketertarikan bersama) yaitu ANAK, Melawan COMMON ENEMY (musuh bersama) yaitu PERASAAN tertindas di rumah sendiri:)
3.Mempelajari dan menjalankan Tahapan Ilmu di Ibu Profesional yaitu :
a. BUNDA SAYANG (Ilmu tentang mendidik anak)
b. BUNDA CEKATAN (ilmu tentang mengelola diri dan rumah tangga)
c. BUNDA PRODUKTIF (Ilmu tentang memahami passion diri sehingga muncul 4 E (Enjoy, Easy, Excellent, Earn) aktivitas dalam hidupnya
d. BUNDA SHALEHA (ilmu tentang bagaimana kehadiran kita bisa bermanfaat untuk diri, keluarga dan lingkungan sekitarnya)
Salam Ibu Profesional,
Septi Peni Wulandani twitter : @septipw FB : Septi Peni Wulandani www.ibuprofesional.com
ππππππ
How to be A Professional Mother - SoundCloud - Listen to How to be A Professional Mother by Ibu Profesional #np on #SoundCloud
http://soundcloud.com/ibu-profesional/how-to-be-a-professional-mother
πππππππ
Tanya-Jawab
1⃣ Dessy
Bagaimana cara seorang single mom bisa tetap menjalankan perannya sebagai professional mom (berperan sebagai ibu dan ayah). Apakah mungkin?
1⃣ Bunda Dessy, insya Allah mungkin, karena bunda punya "rahim" yg tidak dimiliki oleh seorang ayah. Maka disitulah bunda diberikan kekuatan mental untuk menghadapi hidup dan curahan kasih sayang ke anak yang tak pernah habis. Jujur saya memang belum mengalami hal ini bunda. Tapi saya dididik oleh seorang ibu yg single parent. Sejak saya usia 8 th. Saya banyak belajar ketangguhan seorang ibu dari beliau. Untuk itu bunda mulai saja tahapan ibu profesional ini satu persatu, mulai dari bunda sayang - bunda shalehah. ✅
2⃣ Frida
Apakah akan disebut profesional jika hanya salah satu dr 3 langkah atau 1 dari 4 value (dlm langkah ke 1) yang hanya bisa dilakukan?
Kemudian jika dalam prosesnya salah satu yang menjadi kendala (menjadi ibu profesional) adalah pasangan, ex: sulit u/bekerjasama, bagaimana cara mengkomunikasikan hal tsb agar tdk terkesan menggurui?
Jazaakillah
2⃣ Bunda Frida, yang bisa menilai seseorang bisa disebut professional atau tidak itu adalah diri kita sendiri. Karena Professional itu artinya bersungguh-sungguh, saya hanya memberikan 4 tahapan tsb untuk memudahkan bunda mencapai pijakan menjadi Ibu Profesional.Apabila lewat salah satunya berarti bisa bunda lengkapi dengan hal yg selaras.
Perkuatlah komunikasi dengan pasangan, hal ini akan membuat kita sedang berdialog bukan sedang menggurui✅
3⃣ Fiena
Bagaimana cara kita menjaga konsistensi dalam melaksanakan tugas2 di rumah.. Trkadang kita bisa brmain dengan anak tp pekerjaan rumah terbengkalai dan sebaliknya, intinya management waktu yg se flexible apa yg bisa diterapkan untuk bisa menjadi ibu Profesional?
Mohon dapat diberikan contoh Management waktu yg baik dan flexible.
3⃣ Bunda Fiena, materi manajemen waktu nanti akan bunda dapatkan di sesi bunda cekatan. akan saya sampaikan sekilas ya. Bagi waktu menjadi 3 hal.
a. Peningkatan kualitas pendidikan anak-anak
b. Peningkatan kualitas diri kita sendiri
c.Peningkatan kualitas sosial masyarakat.
Pilih satu diantara 3 aktivitas tsb yg bunda sangat senang, dan masukkan di waktu yang paing panjang. istilah saya perbanyak waktu dinamis, persedikit waktu yg rutinitas dan anda tidak suka.
Contoh yg saya lakukan. Pagi-jam 7 pagi : saya menyelesaikan urusan rumah tangga dan segala kerutinitasannya.
Jam 7 pagi - 7 malam : Beraktivitas peningkatan kualitas pendidikan anak-anak. Peningkatan kualitas sosial masyarakat saya letakkan disini dan anak-anak diikutsertakan
Jam 7 malam > : menyelesaikan hal-hal rutinitas rumah yg belum selesai dan peningkatan kualitas diri✅
4⃣ Fiena
Terkait ME time kadang saya suka merasa kalau pada saat ME time justru masih belum bisa mendapat 'ruang' untuk menemukan passion diri...karena kondisinya memang benar2 harus masih bersama anak tdk 100% sendiri. Apa ada tips n trick supaya tetap bisa merasa dapet 'ME' time nya tnpa meninggal kan anak2 dan tetap menemukan passion di dalam nya.
4⃣ Bunda Fiena, kalau saya "Me Time" justru dicari yg bisa melibatkan anak-anak, selama mereka masih harus dibawah pengawasan kita. Karena menurut saya bersama anak-anak itu sebuah refreshing, akhirnya passion saya muncul di ranah pendidikan anak.
Ada salah satu Ibu Professional yg passionnya bukan di seputar anak. Tetapi saat itu saya minta untuk menambah jam terbang di passionnya ajaklah anak-anak. Ternyata bonusnya passion ketemu dan anak-anak ikut kena tetesan ilmunya.✅
5⃣ Nita
Bagaimana caranya biar anak konsisten dalam kemandiriannya dan disiplinnya ? Anak saya baru 2tahun 3bulan... jadi was2, kmrn ada Bunda yg bercerita anaknya dr kecil udah disiplin tapi pas lihat kawannya malah ikut2an ga disiplin. Terima kasih
5⃣ Bunda Nita, Jadilah orangtua yang konsisten dan mandiri terlebih dahulu.Karena anak-anak itu mungkin bisa salah memahami perkataan kita, tapi mereka tidak pernah salah meng copy. Maka kita perlu khawatir anak akan mencontoh temannya, toh bertemunya tidak sesering dengan ortunya. Kitalah yg harus memberikan contoh lebih banyak selama anak-anak pre aqil baligh.
Apabila saat pre aqil baligh sudah terbentuk dg kuat, maka jangan khawatir hal ini akan membekas sampai aqil baligh. ✅
6⃣ Dewi M
Bgmn bunda Septi mengelola waktu bunda antara tugas kerumahtanggaan dan blajar dirumah seharian bersana anak...
(Maaf blm beres baca buku2 nya,br punya)
6⃣ Bunda Dewi, Saya sejak dulu saat anak kecil-kecil membuat skala prioritas, krn saya bukan wonder woman π yg bisa semuanya. Dan saya ajukan ke suami per 3 bulanan untuk dipilih sesuai urutan prioritas.
a. Rumah dan segala urusan lain di rumah tangga no satu, selalu beres terus , anak dan makanan nomor dua
b. Makanan fresh no satu setiap saat, rumah dan anak nomor dua.
c. Mendidik anak menjadi no 1, rumah dan makanan no dua.
3 bulan pertama suami memilih point C sebagai prioritas pertama. Tetapi jam 7 malam rumah harus rapi, karena suami saya pulang kerja jam 7. saya setuju.
3 bulan kedua saya belajar mendidik anak dengan benar, merapikan rumah dengan benar.Makanan masih catering/beli. cuci dam setrika masih laundry π
3 bulan ketiga, saya belajar ketiga-tiganya. ✅
7⃣ Siti Nurafifah.
Bagaimana caranya agar saya bisa menguatkan nilai dlm diri saya utk mjd seorang istri & kelak mjd ibu profesional, khususnya ttg tepat waktu?
manajemen waktu saya masih belum bagus.
Terimakasih.
7⃣ Bunda Siti, esok hari silakan mulai tepat waktu. kemudian latih sampai 90 hari. Selama 3 bulan ini cukup melatih satu hal "tepat waktu". Kalau hari ke 14 misalnya gagal, anda mulai dari hari pertama lagi. Setelah sukses 90 hari tambahkan dengan value berikutnya.✅
8⃣ Muslimah
Assalamualaimum. Wr wb. Bu septi yang saya hormati, bagaimana cara seorang ibu yg bekerja mendampingi anak dan mengeksplore bakat anak2? Apakah tetap harus pake kurikulum dan capaian target tertulis step by step? Saya bekerja dan memiliki 3 anak yg hampir sebaya. Jarak lahir mereka berdekatan.
8⃣ Wa'alaykumsalam bunda Muslimah. Hadirkan hati, pikiran dan fisik bunda saat bersama anak sepulang kerja atau sebelum kerja. Jangan pernah bawa kerjaan atau lebih tertarik dengan gadget bunda saat bersama anak.
Pelajarilah masing-masing kekuatan anak, kemudian perdalam di bidang kekuatan tersebut.Tidak perlu harus tertulis, tapi anda paham kemampuan pencapaian anak sampai dimana. Apabila bisa bunda tulis sebagai portofolio anak iti jauh lebih baik. Anak yg hampir sebaya justru makin nyaman pendampingannya karena serasa teman satu kelas ✅
9⃣ Aisyah
Bagaimana mendidik anak remaja yang lagi puber. Apa yang harus dilakukan ibu ketika anak sudah pacaran?
9⃣ Bunda Aisyah, jadilah sahabat anak ketika anak-anak kita menginjak aqil baligh.Sahabat itu bukan orang yg selalu mencurigai, selalu KEPO. Maka janganlah suka mencari tahu atau sok ingin tahu tepatnya rahasia anak kita. Ajaklah bicara 4 mata, tp tidak menggurui. Tugas kita adalah mengalirkan rasa anak-anak aqil baligh. Jadilah pendengar yg baik.
Kami tidak mengenalkan istilah pacaran, tapi anak-anak kalau suka atau disukai lawan jenis selalu cerita ke ibunya. Sehingga saya cuma bilang "alhamdulillah anak ibu normal" pantaskan dirimu terus, krn perempuan baik-baik untuk laki-laki baik-baik. Jangan buru2 memutuskan di saat kualitas kita di mata Allah kita nilai belum baik, maka jodoh kita juga akan seperti itu. Karena jodoh adalah cermin kualitas diri kita✅
π Frida
↔ feedback jawaban 1⃣Lalu cara berkomunikasi seperti apa dan bagaiman, ketika sang pasangan pada dasarnya memang sulit untuk di ajak berkomunikasi?
π Bunda Frida, semua orang punya gaya bicara, gaya belajar dan cara komunikasi sendiri-sendiri. Maka perhatikan pasangan bunda.
πAmatilah di topik pembicaraan apa suami mulai memberikan perhatian penuh, maka mulailah dari topik tersebut.
πAmatilah di suasana seperti apa, suami kita jadi banyak bercerita. Maka masuklah/bangun suasana semacam itu.
πAmatilah buku/film/ lain-lain yg suami seneng menceritakannya, mulailah dr hal ini✅
1⃣1⃣ Reni
Aslm.bu septi,maaf mw bertanya bagaimana mengembangkan bakat anak yg kreatif memanfaatkan barang2 bekas yg ada dirmh (anak sy laki2 usia 5th) sedangkan sy kurang menyukai craft n kurang terampik.mhn bimbingannya bagaimana agar sy bs mendampingi n mengarahkan anak agar kreatifitasnya tetap tergali dengan keterbatasan yg saya miliki.terimakasih
1⃣1⃣ Bunda Reni, jadilah fasilitator untuk anak-anak. Bersama-sama dg anak mencari sumber belajar ttg craft dan barang bekas. Kemudian biarkan anak berkreasi tanpa kita ganggu, meski dg hal kecil yaitu bertanya ditemgah-tengah anak tsb berkreasi. Gabungkan dengan club atau komunitas di bidang yamg sama. Kenalilah dunia digital yg khusus ttg hal tsb. ✅
Host: Dita Wulandari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar